AIR MEMPUNYAI SIFAT YANG SANGAT MULIA


Lao Zi

(Dari Kitab Dao De Jing karya Lao Zi Bab 8 dan ditafsirkan oleh Dr. I.D. Lika, M.Sc.)

Budi pekerti yang paling mulia yang bisa diibaratkan seperti air. Air menghidupi semua makhluk tanpa pamrih. Air rela menempatkan diri sekalipun di tempat yang paling rendah yang biasa dianggap paling hina. Oleh karenanya, sifat air yang demikian itu bisa dikatakan paling mendekati sifat Dao (jalan atau prinsip).

Demikian juga Orang Suci (Berbudi luhur). Beliau selalu meletakkan kepentingan pribadinya di bawah kepentingan orang lain (selalu mendahulukan kepentingan orang lain) sehingga pikirannya bisa lebih jernih, lebih dalam dan tajam, dan memberikan jasa-jasanya seperti Langit dan Bumi. Kalau bicara, mereka sangat bisa dipercaya, kalau memerintah sangat bijaksana, kalau bekerja sangat pandai menggunakan segala kemampuannya, kalau bergerak/melakukan sesuatu sangat pandai menyesuaikan dengan waktu dan kondisinya

Karena Orang Suci tidak pernah punya niat berebut (berebut jasa, berebut nama, berebut keuntungan), beliau terbebas dari segala kekurangan/ kesalahan/ kekhilafan.

Penjelasan

Filsuf Lao Zi menyetarakan sifat air dengan sifat Orang Suci. Seharusnya orang suci memiliki tiga ciri utama seperti ciri air, yaitu: 1) Lembut seperti air; 2) Selalu menempati posisi yang terendah; 3) Menghidupi semua makhluk dengan tanpa pamrih.

Oleh karena itu, orang suci juga seperti air yang bersifat sangat mulia itu. Dia mampu dengan tanpa pamrih berkorban untuk kepentingan orang lain, sanggup mengerjakan sesuatu yang tidak menguntungkan pribadinya, yang orang lain tidak mau mengerjakannya, hanya demi kepentingan masyarakat. Orang Suci sanggup menerima beban seberat apapun dan tahan menghadapi hinaan seperti apapun. Dia tetap berusaha sekuat tenaga untuk menyumbangkan apa yang dimilikinya untuk menolong orang lain dan tidak pernah punya niat untuk berebut jasa, nama besar, dan keuntungan dengan siapapun. Karenanya, Orang Suci selalu bisa hidup apa adanya dengan tenang dan jauh dari malapetaka.

Dengan kata lain, Filsuf Lao Zi ingin menunjukkan bahwa sebenarnya air itu jauh lebih bijaksana daripada manusia pada umumnya. Lihat saja, air rela menempatkan diri di tempat yang paling rendah, memberikan jasanya tanpa minta imbalan apalagi bersifat sombong. Semua ini sangat sesuai dengan istilah Selalu Berbuat / Berjasa untuk Lainnya dengan Sikap tanpa Pamrih).

Jadi, menurut Filsuf Lao Zi: Orang yang berbudi luhur harus seperti air, mempunyai dada yang superlapang, sikap yang rendah hati dan tanpa pamrih, tidak terikat dengan niat berebut Ming dan Li (jasa, nama besar, keuntungan) jujur dan tulus. Semua sifat mulia itulah yang paling dekat dengan sifat Dao sehingga harus ditiru semua umat manusia di dunia ini.

Selain nasihat di atas, Filsuf Lao Zi juga secara tidak langsung berpesan bahwa Air Bisa Dilayari Oleh Kapal, Namun Juga Bisa Menenggelamkan Kapal. Untuk menasehati kita, meskipun terlihat sangat lembut, sesungguhnya air memiliki kekuatan yang sangat dahsyat bila manusia telah melanggar aturan/hukum alam semesta. Maka, air akan menunjukkan kekuatannya dalam bentuk lain. Lalu, sadarkah kita bahwa sesungguhnya semua malapetaka yang berhubungan dengan air merupakan ulah manusia yang telah mengabaikan hukum alam semesta, hukum Dao.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANCASILA TETAP MENJADI KEBUTUHAN PRIMER BAGI BANGSA INDONESIA

MENJAGA KEUTUHAN BANGSA BERBEKAL BHINNEKA TUNGGAL IKA